Recent Post

Friday, May 5, 2017

Terselamatkan setelah 50 Tahun dalam Penderitaan, Raju Sang Gajahpun Menangis!

Posted by   on

Raju, seekor gajah tua yang diperkirakan pernah dijual sedikitnya 27 kali, dari satu pemilik ke pemilik yang lain. Kini, setelah 50 tahun hidup dalam penderitaan dan kelaparan, akhirnya dia merasakan kebebasan!
Raksasa malang ini ditemukan dalam keadaan terluka karena diborgol dengan borgol berduri, dan hanya mendapat makan dari pemberian para turis, dia bisa bertahan hidup karena memakan plastik dan kertas. Binatang ini menangis karena merasa lega dan senang, setelah akhirnya diselamatkan oleh kelompok sukarelawan satwa liar, SOS Wildlife, dalam sebuah operasi tengah malam.
Raju diyakini sudah ditangkap saat masih bayi dan sejak itu terus dirantai, dipukuli dan disiksa selama lima puluh tahun, berpindah tangan sebanyak 27 kali, dan tiap-tiap pemiliknya telah memanfaatkan makhluk malang yang lembut dan pendiam ini secara maksimal. Dia kelaparan, disiksa dan terus diikat dengan menggunakan borgol berduri yang menyobek dagingnya. Setiap hari, hewan besar ini dipaksa untuk memohon koin dan makanan kepada para turis.
Ketika kelompok sukarelawan SOS Wildlife yang berbasis di London Utara, Inggris,  ini mendengar tentang keadaan Raju, mereka langsung berusaha menyelamatkannya. Akhirnya sebuah operasi penyelamatan dilakukan pada bulan Juli 2014, kelompok 10 orang yang terdiri dari dokter hewan dan para ahli hewan liar, kemudian ada 20 orang polisi hutan serta 6 orang polisi ikut bergabung. Operasi ini dilakukan tengah malam, supaya tidak ada banyak hambatan, sekaligus juga melindungi Raju dari panasnya Matahari.
Sang gajah Raju, terlihat menangis ketika tim penyelamat bekerja keras untuk menyelamatkannya!
(Foto : Wildlife S.O.S)
(Foto : Wildlife S.O.S)
“Ada duri pada rantai di kaki yang menusuk ke dalam dagingnya, dan setiap kali dia bergerak ada nanah yang mengalir keluar dari lukanya. Hanya rasa sakit dan kebrutalan yang dia tahu,” kata pendiri Wildlife SOS Kartick Satyanarayan.
“Kelompok penyelamat juga merasa tertegun ketika melihat air mata mengalir saat Raju diselamatkan. Momen itu sangat emosional bagi kami semua. Kami tahu di dalam hati bahwa Raju sadar, dia sedang diselamatkan.
“Gajah bukan hanya besar, namun mereka juga sangat cerdas, dan telah terbukti bisa merasa sedih, jadi kita bisa membayangkan bagaimana siksaan selama setengah abad mempengaruhi dirinya.
“Sampai kita menyelamatkannya, dia tidak akan pernah tahu bagaimana rasanya berjalan bebas tanpa borgol di kakinya – itu kasus yang sangat menyedihkan.
“Namun sekarang dia tahu apa itu kebebasan dan dia akan belajar tentang apa itu kebaikan dan bagaimana rasanya untuk tidak lagi menderita.”

Sangat sedikit hal yang diketahui tentang masa kecil Raju, namun kelompok sukarela ini yakin bahwa dia telah diambil dari Ibunya ketika masih sebagai gajah kecil. Kelompok sukarelawan mengetahui tentang Raju dari Departemen Kehutanan Uttar Pradesh di India. Perlu waktu satu tahun supaya Raju bisa dibebaskan. Karena pemilik Raju tidak punya dokumen-dokumen legal atas kepemilikannya, maka mungkin bagi kelompk sukarela ini untuk membebaskannya.
“Ketika kami melihatnya, kami segera menyadari bahwa kami harus segera bertindak karena situasinya sangat buruk dan kekejaman yang terjadi sangat parah, jadi kami memutuskan untuk memajukan operasi penyelamatannya satu hari, kata Satyanarayan.
Pemiliknya yang kejam bahkan mencabut rambut di ekornya, dan menjualnya sebagai jimat keberuntungan. Eksploitasi dan penyiksaan ini harus segera dihentikan.”
Namun, bahkan ketika operasi penyelamatan ini dilakukan di tengah malam, pemilik Raju masih mencoba untuk menghalangi.
“Dia mulai berteriak untuk menakuti Raju – dan mencoba membuatnya mengamuk,” kata Satyanarayan. “Hal itu membuat situasi menjadi sangat berbahaya karena seekor gajah besar yang mengamuk bisa saja menginjak dan membunuh manusia dengan sangat mudah.”
“Ketika hal itu gagal kemudian dia memasang rantai di kakinya untuk mencegah kami menyelamatkannya, sangat erat sekali sampai rantai itu mengiris daging di kakinya.”
Namun kami tetap bertahan dan menolak untuk mundur – dan ketika kami tetap berusaha keras, air mata mulai mengalir di wajah Raju. Beberapa dari kami yakin bahwa itu karena rasa sakit karena rantai di kakinya, namun terlihat bahwa gajah ini merasakan bahwa perubahan sedang terjadi. Seolah dia merasakan harapan untuk pertama kalinya setelah sekian lama menderita.
Dokter hewan dari Wildlife SOS Yaduraj Khadpekar sedang memotong gembok di kaki Raju
(Foto : Wildlife S.O.S)
“Kami tahu bahwa penyelamatan harus dilakukan  sekarang juga, jadi kami membuat keputusan drastis dengan membawa truk pengangkutnya lebih dekat lagi dan mengajaknya berjalan sejauh sekitar 200 meter.”
“Setiap langkah adalah kesakitan baginya, namun kami harus membawanya sekarang, atau dia akan hilang untuk selamanya. Kami memutuskan untuk melepas borgol di kakinya setelah membawanya ke tempat aman.”
Luar biasanya, Raju dengan tenang mengikuti kami, sekalipuin setiap langkah adalah rasa sakit baginya. “Saat itu seolah dia tahu bahwa kami mau menolongnya,” kata Satyanarayan.
Setelah dia berada di dalam truk, dan diberi obas bius tambahan, kami lalu membawa makhluk seberat lima setengah ton ini  sejauh 550km ke Pusat Suaka dan Perawatan Gajah milik kelompok sukarelawan ini di Mathura
“Akhirnya dia melangkah keluar dari truk dan membuat langkah pertamanya ke kebebasan pada tengah malam lewat satu menit di tanggal 4 Juli 2014, yang dirasakan sebagai momen yang sangat indah,” kata Satyanarayan.
“Gajah-gajah lain di suaka juga terbangun dari tidur mereka dan melihat-lihat ketika kami membawa Raju masuk – itu adalah momen yang sangat luar biasa.”
Raju dipindahkan ke Pusat Suaka dan Perawatan Gajah di Mathura, India
“Perlu dua orang dan waktu 45 menit untuk melepas rantai di kakinya, karena ada luka di sekeliling kakinya untuk mencegah siapapun melepas borgol, serta membuat rasa sakit jika ada yang mencoba melepasnya,” kata Satyanarayan.
“Kami semua menangis ketika tambang terakhir yang mengikat duri di kakinya dilepas dan Raju mengambil langkah pertama ke kebebasan yang sesungguhnya.
“Seluruh anggota tim merasa kelelahan, namun sangat senang karena mengingat sebelumnya Raju mengalami penderitaan dan trauma yang sangat parah untuk waktu yang lama, dan kini gajah itu telah bebas”
Beberapa polisi hutan dan polisi menemani kelompok SOS wildlife untuk menyelamatkan Raju
(Foto : Wildlife S.O.S)
“Proses rehabilitasinya akan memakan waktu lama, namun kami akan mengajarkannya bahwa manusia bukan hanya membawa rasa sakit dan kebrutalan, namun mungkin akan perlu waktu,” kata Satyanarayan.
(Foto : Wildlife S.O.S)
“Ketika dia sudah siap, pertama-tama dia akan bergabung dengan dua gajah lain yang bernama rajesh dan Bhola, yang sebelumnya juga pernah mengalami kekejaman yang parah.
“Keduanya telah direhabilitasi dan setelah Raju siap, dia akan belajar caranya hidup dengan mengikuti kedua gajah tersebut, sebelum kemudian dia bergabung dengan gajah-gajah yang lainnya.”
(Foto : Wildlife S.O.S)
Namun sementara ini dia akan merasakan kebebasan untuk pertama kalinya dan dia akan menghabiskan sisa hidupnya di tempat yang aman, dan bebas dari penderitaan dan rasa sakit.”(NTDTV/Julius)
Raju sedang dimanja. Dokter hewan dengan lembut memijat kepalanya, mencoba membuatnya rileks dan tertidur.
(Foto : Wildlife S.O.S)
Raju di rumah barunya, menikmati mandi untuk menyejukkan badannya.
(Foto : Wildlife S.O.S)
Raju sedang dikenalkan dengan gajah betina Phoolkali dan keduanya berbagi makanan.
(Foto : Wildlife S.O.S)
Sekarang Raju bisa menegekspresikan perasaannya, dan merasakan kebebasan.
(Foto : Wildlife S.O.S)
Raju yang bahagia, sedang bersenang-senang di kolam favoritnya.
(Foto : Wildlife S.O.S)
Raju sedang menikmati kue perayaan ulang tahun penyelamatannya di Pusat Suaka dan perawatan Gajah
(Foto : Wildlife S.O.S)
Sungguh pahlawan yang sejati!

(Foto : Wildlife S.O.S)

Hey Gess, Ingat juga untuk follow kita di IG ya - Virgabali Official Instagram
Join Our Newsletter