Skip to main content

Dragon Quest III, sang legenda yang dilahirkan kembali di Android dan Iphone

Nama Dragon Quest tentunya bukanlah nama sebuah judul game yang diketahui oleh pemain game pada umumnya. Game yang telah diremake ulang ke android dan ios ini mungkin terkesan sepele dan tidak menarik.

Tentu saja karena grafis 2D nya yang bagi generasi saat ini, terlihat "cupu". Tetapi jangan salah, game dengan nama besar ini pernah menjadi salah satu game RPG terlaris di dunia. Mari kita kilas balik kembali sejarahnya.

Dragon Quest III : The Seeds of Salvation, merupakan sebuah game lanjutan dari seri sebelumnya. Game ini pertama lahir pada tahun 1988 di perangkat game buatan Nintendo, NES (famicom dalam versi Jepang).

Jika dilihat tahun kelahirannya, game bisa dikatakan benar-benar sebuah legenda. Kehebatan dari game ini sendiri adalah pada sisi gameplay-nya. Simple dan sederhana tetapi sangat dalam.

Hal ini lah yang membuat game ini sendiri telah mengalami remake ulang beberapa kali. Sebut saja remake ulang untuk perangkat SNES, Gameboy Color, Game ponsel, Nintendo Wii dan tentu saja perangkat Android dan IOS.

Bagi penggemar game RPG hardcore, nama Dragon Quest sama sakralnya dengan nama Final Fantasy. Dan kabar baiknya tentu saja, kedua pembuat game hebat tersebut itu telah menjadi satu dengan nama Square Enix.

Dragon Quest III adalah sebuah game yang menceritakan perjalanan seorang pahlawan yang harus menyelamatkan dunia. Di game ini, pemain tumbuh dengan mengalahkan monster untuk mendapatkan exp. Tipikal RPG pada umumnya.

Tetapi menariknya, pemain dibebaskan memilih anggota team dengan berbagai tipe class seperti mage, cleric, thief, sage, jester, warrior dan lain-lain. Tidak hanya kebebasan pemilihan anggota, tetapi pemain kalian juga tumbuh tergantung dari personality yang kalian pilih untuk dia.

Dengan sistem gameplay seperti ini, tiap pemain akan memiliki pemain yang tidak sama. Bahkan jika kalian mengulang memainkan game ini, pemain kalian akan menjadi pemain yang berbeda.

Selain dari sisi karakter, Dragon Quest III juga menhadirkan dunia yang asik untuk dijelajahi. Dunia yang cukup luas, cara-cara unik untuk menjelajahinya, dan adanya sistem waktu siang dan malam yang membuatnya menjadi makin menarik.

Misalnya saja, untuk bertemu seseorang, kalian harus datang di malam hari. Atau untuk membeli perlengkapan tertentu, kalian harus datang di siang hari. Cukup unik bukan?

Admin sendiri merasa, game dengan grafis 2D yang sederhana, cukup tampil manis di layar ponsel. Belum lagi kontrol yang mudah (bahkan bisa dimainkan dengan satu tangan) adalah jawaban sebenarnya bagaimana game RPG bisa dihadirkan.

Mungkin karena admin sendiri lebih menyukai sebuah game dari sisi gameplay dan alur ceritanya. Dragon Quest III adalah game yang luar biasa untuk sebuah hardcore RPG fans. Salah satu yang wajib dimainkan di perangkat  Android dan IOSmu.

Comments

Popular Post

Review Head Unit Murah Meriah, Nakamichi Na3101i Deckless!

Halo pembaca setia Virgabali.com! Apa kabar kalian di tengah pandemi Covid-19 ini? Masih baik-baik saja bukan?  Kali ini admin akan memberikan review tentang sebuah produk keluaran Nakamichi yaitu sebuah head unit dengan seri Na3101i. Untuk kalian yang saat ini sedang mencari head unit untuk mobil kalian mungkin bisa meluangkan waktu untuk membaca artikel yang admin tulis ini. Nakamichi Na3101i merupakan sebuah HU yang harganya murah meriah. Bagaimana tidak? Harganya saat ini hanya berkisar 500 hingga 600 ribuan saja. Lalu apa sajakah fitur yang diberikan di HU ini? Mari kita bahas satu demi satu. 1. DESIGN DECKLESS. Na3101i merupakan sebuah head unit double din dengan design bersih dan clean yang sering disebut deckless. HU ini tidak memiliki DVD/CD player sehingga pada sisi depan hanya ada layar 7 inchi dengan tombol volume pada sisi kiri dan tombol power beserta mute. 2. AUTO LINK Di sisi belakang HU ini terdapat dua buah kabel USB, yg hitam bisa kalian gunak

Full Review Axioo Mybook 14

Beberapa waktu admin sempat membuat sebuah review tentang salah satu notebook atau laptop yang masuk dalam kategori entri level bernama Axioo Mybook. Kali ini admin telah mencoba langsung salah satu variannya yaitu versi layar 14". Penasaran dengan reviewnya? Check this out!! Axioo Mybook 14 adalah sebuah notebook yang memiliki ukuran ergonomis. Dengan layar seluas 14" dan resolusi 1366 x 768, tentunya secara visual tidak ada kendala untuk pengguna. Teknologi panel yang digunakan juga sudah IPS. Layarnya sendiri cukup nyaman digunakan. Dilihat dari sisi bodinya, notebook ini sangat tipis. Hal ini bisa dicapai karena Axioo Mybook 14 tidak dilengkapi dengan DVD-Rom. Ya memang mayoritas notebook terbaru sudah mulai meninggalkan drive DVD. Selain itu, Axioo Mybook tidak menggunakan kipas pendingin tetapi menggunakan alternatif bernama heatsink yang melepas panas pada arah tertentu. Hal ini di sisi lain membuat notebook ini menjadi anti bising alias tidak mengeluarkan suara

Mengenal Ponsel - Perbedaan eMMc dan UFS

Untuk kamu pecinta gadget atau smartphone, kali ini admin akan berbagi informasi tentang emmc dan UFS. Sebelum membeli sebuah ponsel, tentunya kalian biasanya mencari ponsel dengan spesifikasi terbaik di kelasnya. Walaupun mencari harga yang murah dan menyesuaikan dengan isi kantong, spesifikasi ini tentunya sangat perlu untuk dijadikan acuan agar tidak membeli ponsel dengan harga yang kemahalan (tidak sesuai antara harga dan speknya). Di salam sebuah ponsel terdapat sebuah memory yang digunakan untuk menyimpan data sistem dan pengguna. Tempat penyimpanan ini sering disebut dengan memori internal. Nah memori ini pada umumnya menggunakan jenis emmc dan ufs. Emmc sering digunakan pada ponsel dengan harga seri bawah. Ponsel dengan memori emmc biasanya ditujukan untuk budget phone. Memori jenis ini bisa dikatakan memiliki kecepatan dan daya tahan standar. Berbeda dengan saudaranya yang bernama UFS. UFS biasanya digunakan pada ponsel menengah ke atas. Pada dunia PC/laptop/komput