Skip to main content

Review Asus Max Pro M1



Kali ini admin akan melakukan sebuah review untuk sebuah ponsel yang bisa dikatakan cukup lawas. Admin sendiri lupa tahun berapa ya ponsel ini rilis, kemungkinan sekitar tahun 2018. Lalu mengapa ponsel ini direview di tahun 2020 dengan banyaknya ponsel keluaran baru telah muncul di Indonesia? Dan juga pihak Asus sendiri masih menjual ponsel ini secara resmi walaupun saudaranya yaitu versi M2 sendiri sudah muncul tahun kemarin.

Nah admin akan memberikan sedikit gambaran mengapa ponsel Asus Max Pro M1 ini masih worthed untuk dibeli di tahun 2020, dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Ponsel dengan OS Android Vanilla

Banyak ponsel android muncul ke pasar Indonesia dengan membawa skin dari vendor masing-masing seperti Xiaomi & Redmi dengan MIUI, Samsung dengan One UI/Touchwiz, Oppo & Realme dengan ColorOS dan lain-lain. Lalu apakah perbedaan vendor tersebut dengan android vanilla? Perbedaan terbesar sendiri adalah berada pada sulit dan lambatnya update os android yang akan mereka dapatkan ke depannya. Selain itu, menggunakan Android dengan versi custom seperti itu biasanya membuat komunitas perlu usaha extra untuk menyediakan Custom ROM Android. Lalu apakah pentingnya dukungan komunitas ini? Admin akan bahas di bawah.

Ponsel dengan Dukungan Pertama Android 10

Yup kalian tidak salah membacanya. Asus Max Pro M1 merupakan salah satu dari ponsel di dunia yang mendapatkan kesempatan menikmati Android versi terbaru yaitu Android 10 selain tentunya ponsel Google Pixel series.

Tentu bukan android resmi yang diberikan oleh Google ataupun Asus. Tetapi merupakan android yang dibuat oleh komunitas dari source code yang diberikan oleh Google selaku pemilik Android. Hal ini bisa terjadi karena kembali ke atas tadi, Max Pro M1 menggunakan android murni yang disebut Android Vanilla sebagai otaknya sehingga memudahkan komunitas mudah melakukan penyesuaian.



Ram Besar dan Memory Besar

Asus Max Pro M1 dijual dengan konfigurasi mulai dari ram 3GB hingga 6GB. Jika kalian pengguna ponsel yang membeli ponsel dengan penggunaan jangka panjang, ram jauh lebih penting dari besar memori penyimpanan karena ram sangat berpengaruh dalam penggunaan sehari-hari. Ram 6GB Asus Max Pro M1 hanya dijual dengan harga 2 jutaan saja. Dengan ram sebesar ini, penggunaan untuk game, sosmed, dan kebutuhan sehari-hari untuk jangka panjang sangat terpenuhi. Apalagi ponsel ini menggunakan android vanilla sehingga penggunaan ramnya sangat ringan dibandingkan dengan android lainnya.

Selain bicara ramnya, memory Max Pro M1 juga tergolong besar. Internalnya adalah 64GB untuk varian terbesar. Tetapi jangan salah, ponsel ini telah dilengkapi dukungan microsd hingga 256GB dengan tipe terpisah dari dual SIM nya sehingga penggunaan jangka panjang akan sangat aman untuk kebanyakan orang.

Baterai besar 5.000 mAh

Walaupun saat ini vendor ponsel berlomba-lomba mengeluarkan ponsel berbaterai besar, tapi Max Pro M1 bisa dikatakan salah satu pioneernya. Baterai besarnya mampu membuat penggunanya menggunakan ponsel sehari penuh dengan aman. Buat pecinta sosmed dan game, ini adalah fitur sangat penting untuk sehari-hari.

Chipset Hemat Daya tapi Cukup Powerfull

Kembali membicarakan penggunaan jangka panjang, admin menyukai chipset atau prosesor dari Qualcomm yaitu Snapdragon bukan hanya karena kecepatannya tapi chipset ini terkenal bisa digunakan dalam jangka waktu lama alias daya tahannya cukup awet. Asus max Pro M1 sendiri menggunakan chipset Snapdragon 636 yang terkenal hemat daya tapi cukup gegas digunakan untuk sehari-hari dan bermain game.

Snapdragon 636 mampu melibas emulator PSP dengan grafis 4X tanpa masalah. Admin rasa sudah memadai untuk pengguna ponsel secara umum.



Design Polos, Simple dan Ngga Neko-Neko

Masalah design adalah masalah selera. Tetapi untuk admin sendiri melihat design Asus Max Pro M1 adalah salah satu design yang fungsional. Bezelnya besar iya, tetapi di satu sisi memudahkan penggunaan ponsel ini dalam mode mendatar/landscape misal saja untuk bermain game, menonton video ataupun editibg video. Oya admin bukan pecinta Notch/Poni.

Kamera Pas-Pasan tapi No Tipu Tipu

Nah untuk yang satu ini admin akan masukkan sebagai kekurangan ponsel ini ya. Fitur kamera sebenarnya tidak bisa dikatakan jelek si, tapi juga ngga bagus-bagus amat. Ya bisa dikatakan cukup untuk sebagian besar orang. Untuk kamera depannya jangan harap ada mode cantik dan tipu-tipu lainnya walaupun bisa saja kalian memasang aplikasi seperti itu di Toko Aplikasi. Untuk kamera depannya sudah dilengkapi flash sehingga cukup membantu untuk foto di malam hari.

Charger masih 10Watt

Nah untuk yang satu ini bisa dikatakan kekurangan dan juga kelebihan ya. Kecepatan pengisian dayanya adalah 10W, standar sebenarnya. Untuk fullnya memerlukan waktu 2.5 jam. Jika dibandingkan ponsel-ponsel jaman now yang sudah support QC3 apalagi PD tentunya itu bisa dikatakan lambat. Tapi sisi baiknya, baterai akan terjaga lebih lama daya tahannya dan mengurangi resiko kembung dalam waktu lebih lama.

Ternyata Max Pro M1 menggunakan Backdoor terpisah

Nah ada satu kelebihan lain dari ponsel ini walaupun hal kecil sebenarnya. Jadi casing belakangnya bisa dibuka walaupun untuk membukanya tidak mudah. Harus sedikit extra. Tapi tenang saja, walaupun bisa dibuka, ponsel ini tetap solid. Lalu mengapa admin katakan sebuah kelebihan? Itu artinya dalam jangka panjang, jika tutup belakangnya mengalami masalah atau kalian ingin sekedar ganti warna, itu bisa dilakukan dengan mudah. Di olshop banyak yang menjualnya dan harganya pun murah. Selain itu, penggantian baterai juga lebih mudah dilakukan tanpa membuka layar yang notabene sangat beresiko.

Panel Layar IPS

What IPS? Amoled donk, jaman now gitu lo. Banyak yang berkata begitu saat admin katakan layarnya adalah layar IPS di saat ini hampir semua vendor ponsel yang mengeluarkan ponsel midrange ke atas menggunakan layar amoled yang lebih tajam dari sisi warnanya. Tapi banyak juga orang yang tidak mengetahui bahwa layar amoled memiliki umur lebih pendek dibandingkan IPS. Amoled di umur tertentu akan cepat terkena penyakit shadow dan dead pixel. Sedangkan IPS jarang memiliki penyakit tersebut kecuali terkena benturan atau tekanan keras, misalnya tertekan saat tidur. Amoled juga lebih rentan rusak atau mati total misalnya saat layar dibongkar saat penggantian baterai. Untuk kalian yang berjiwa misqueen itu adalah faktor yang harus diperhatikan. Jadi untuk penggunaan jangka panjang, IPS lebih baik daripada Amoled.

Nah itu adalah sedikit review dari admin tentang sebuah ponsel keluaran Asus yang bernama Asus Max Pro M1. Tentunya semua tergantung kembali kepada kebutuhan kalian sendiri. Jika kalian ingin mencari sebuah ponsel dengan kamera mumpuni, apalagi untuk selfie, jangan beli ponsel ini.
Tapi jika ponsel untuk kegiatan sehari-hari dengan ram dan baterai badak serta mampu untuk penggunaan jangka panjang, ponsel ini bisa dijadikan pilihan.




Comments

Popular Post

Full Review Axioo Mybook 14

Beberapa waktu admin sempat membuat sebuah review tentang salah satu notebook atau laptop yang masuk dalam kategori entri level bernama Axioo Mybook. Kali ini admin telah mencoba langsung salah satu variannya yaitu versi layar 14". Penasaran dengan reviewnya? Check this out!!

Axioo Mybook 14 adalah sebuah notebook yang memiliki ukuran ergonomis. Dengan layar seluas 14" dan resolusi 1366 x 768, tentunya secara visual tidak ada kendala untuk pengguna. Teknologi panel yang digunakan juga sudah IPS. Layarnya sendiri cukup nyaman digunakan.

Dilihat dari sisi bodinya, notebook ini sangat tipis. Hal ini bisa dicapai karena Axioo Mybook 14 tidak dilengkapi dengan DVD-Rom. Ya memang mayoritas notebook terbaru sudah mulai meninggalkan drive DVD. Selain itu, Axioo Mybook tidak menggunakan kipas pendingin tetapi menggunakan alternatif bernama heatsink yang melepas panas pada arah tertentu. Hal ini di sisi lain membuat notebook ini menjadi anti bising alias tidak mengeluarkan suara yang m…

Android Nougat 7.1.2 Terbaik untuk Xiaomi MI4 LTE

Untuk kalian pengguna ponsel Xiaomi MI4 dan MI3, kabar gembira bahwa ponsel kesayangan kalian ini telah memiliki rom android Nougat terbaru dengan versi 7.1.2 dan sangat stabil. Android versi terbaru ini sendiri bukan merupakan rom MIUI yang notabene dikeluarkan resmi oleh Xiaomi tetapi merupakan rom dikembangkan dari source asli android yaitu AOSP milik Google.

Berbeda dengan MIUI, AOSP merupakan sebuah rom murni dari Android sehingga tidak dibebani dengan fitur-fitur tambahan yang membuatnya berat. Untuk MI4 LTE sendiri, rom ini merupakan rom AOSP dengan percabangan CAF, artinya sebuah rom yang lahir dengan tambahan optimalisasi untuk ponsel dengan chip buatan Qualcomm. Hal ini karena di dalam MI4, dipersenjatai dengan prosesor Snapdragon 801 buatan Qualcomm.

Rom AOSP CAF yang dibagikan ini merupakan rom favorit admin karena rom ini begitu murni tanpa tambahan embel-embel yang tidak penting. Bagi sebagian orang mungkin hal ini jadi kekurangan karena banyak juga yang lebih menyukai ta…

Cara Menggunakan Kloset Duduk (WC Duduk).

Judul artikel virgabali.com terdengar aneh dan menggelikan? Jawabannya adalah tidak. Bagi sebagian besar orang mungkin menggunakan kloset duduk adalah sesuatu yang sudah biasa. Tetapi nyatanya, tidak begitu bagi sebagian lainnya.

Admin cukup sering mendengar obrolan orang-orang di sekitar bahwa mereka ternyata tidak bisa menggunakannya dengan baik.

"Sebenarnya seperti apakah kloset duduk itu?"

Bagi orang yang pertama kali menggunakan kloset jenis ini, mungkin akan sedikit membingungkan. Kali ini admin akan coba jelaskan.

1. Tutup kloset dan tempat duduk.

Biasanya, hal inilah yang cukup membingungkan bagi sebagian orang. Di saat kalian membuka kloset, kalian akan mengira bahwa itulah tempat duduk kalian, bagaimanapun kondisinya.

Ternyata, di sebuah kloset duduk  disediakan 2 lapisan untuk duduk (terkadang ada yang tiga). Dua lapisan posisi duduk ini digunakan untuk membedakan lebar pantat kalian. Bagi orang dengan pantat lebar dan besar, gunakan lapisan dengan lubang besar dan…