Mengenal Audio Mobil untuk Pemula Part 2



Melanjutkan artikel admin sebelumnya yaitu Audio Mobil untuk Pemula Part 1, kali ini admin akan membahas tentang proses pemasangan headunit, amplifier dan speaker-speakernya. Dalam hal ini, admin sangat menyarankan kalian dari awal harus memiliki konsep yang pas tentang ruangan di dalam kabin mobil kalian dan speaker bentuk seperti apa yang harus kalian gunakan. Jangan terlalu memaksakan speaker dari sisi tampilan saja, tapi buatlah menjadi fungsional dan tidak mengorbankan kenyamanan penumpang.

Pada sisi depan yaitu dashboard mobil yaitu di pojok kanan dan kiri, letakkan lah tweeter yang memiliki kualitas lembut tidak cempreng agar tidak menusuk telinga. Banyak tweeter dibanderol dengan murah mulai dari Rp. 25.000 sepasang tetapi tentunya akan berbanding lurus dengan kualitasnya. Tetapi jangan juga membeli dengan harga terlalu mahal. Tanyakan penjual atau kalian bisa googling terlebih dahulu sebelum membelinya. Untuk tweeter sendiri bisa kalian sambungkan langsung dari Headunit (HU).

Bicara tentang headunit, di rangkaian kabel headunit biasanya sudah disediakan rangkaian kabel depan, tengah, belakang dan subwoofer. Jika kalian memasang audio di bengkel atau menggunakan jasa orang lain, mintalah mereka memasang dengan benar rangkaian tersebut. 

Karena dari pengalaman admin, banyak jasa audio yang memasang audio mobil hanya sekedar agar speaker berbunyi stereo. Hal ini tidak salah karena untuk sebagian besar orang itu tidak akan jadi masalah. Tetapi ini akan menyulitkan jika kalian ingin mengatur nantinya tingkat volume suara masing-masing posisi speaker.

Admin akan berikan contoh masalah yang muncul. Di dalam perjalanannya, kalian akan merasakan bahwa ternyata speaker vokal tengah ataupun tweeter depan ternyata terlalu kerasa suaranya, terlalu gaung atau terlalu tajam menusuk, maka dengan pemasangan rangkaian kabel yang benar kalian bisa mengatur masing-masing volume pada headunit sehingga mendapatkan hasil maksimal. Tetapi jika jasa audio yang kalian gunakan memasang dengan cara yg salah, maka semua speaker akan memiliki volume yang sama sehingga tidak bisa dipisahkan.

Untuk speaker mid vokal ataupun woofer yang biasanya dipasang di pintu samping, bisa kalian sambungkan langsung ke headunit kalian. Secara umum speaker jenis ini biasanya masih bisa dihandle oleh headunit, termasuk dengan tweeter. Tetapi jika kalian menambah speaker mid tambahan dan menempatkannya di bawah jok, untuk rangkaian ini sebaiknya kalian sambungkan ke amplifier/crossover aktif.

Untuk tambahan speaker subwoofer, admin sarankan menghubungkannya ke amplifier. Untuk mendapatkan hasil maksimal bass yg lembut dan bergetar, gunakan amplifier jenis monoblok yang memiliki pengaturan khusus sub. Jika kalian menggunakan amplifier biasa, biasanya bass yang muncul memang nendang, tetapi entah mengapa membuat lelah pendengarnya dalam jangka waktu lama. Mengapa hal ini harus diperhatikan? 

karena kita juga harus memikirkan kenyamanan penumpang kita. Walaupun kita tipikal basshead yang suka bass menghentak-hentak, tetapi tidak untuk sebagian besar orang. Bass yang "keras" akan membuat ketidaknyaman.

Untuk admin sendiri saat ini menggunakan dua subwoofer 6" yang diletakkan di depan dan belakang agar bass terasa merata di semua kabin. Karena pertimbangan admin, jika meletakkan satu di belakang yang besar misalnya 10" ataupun 12", biasanya hentakan bass di depan dan belakang akan berbeda. 

Di saat kita merasa bass kurang menghentak dan terus menaikkan volume atau kekuatan bass, penumpang di belakang sudah diamuk oleh bass yang sangat keras. Jadi hal-hal seperti ini juga kalian harus perhatikan ya untuk mendapatkan audio mobil yang nyaman dan fungsional.

No comments for "Mengenal Audio Mobil untuk Pemula Part 2"