Lebih Dari 200 Juta Data Bocor dari BPJS. Apa yang sebenarnya terjadi?

 


Beberapa hari ini, Indonesia sedang dihebohkan dengan munculnya data dari 275 juta penduduk yang diperjualbelikan di salah satu forum online. Bahkan penjual sendiri memberikan sample atau contoh data sebanyak 10 juta untuk digunakan sebagai bahan konfirmasi jika data tersebut adalah benar-benar data penduduk Indonesia. Beberapa pakar keamanan digital pun melakukan percobaan untuk konfirmasi data dan setelah diperiksa, dicurigai data tersebut muncul dari Instansi negara yaitu BPJS.

Parahnya, saat dikonfirmasi awal ke pihak BPJS, pihak BPJS sendiri menolak tudingan kebocoran data pada server mereka tanpa melakukan investigasi terlebih dahulu, mengingat hal ini bukanlah perkara sepele. Usut punya usut, pihak Kominfo pun ikut terjun dan meneliti data tersebut untuk memastikan. Setelah itu, pihak Kominfo pun menegaskan bahwa data-data tersebut kemungkinan besar merupakan data milik BPJS jika dilihat dari struktur datanya.

Data-data yang bocor sendiri bisa dikatakan cukup masif. Karena data orang-orang yang sudah meninggal pun ikut bocor. Di data tersebut juga tidak hanya ada data yang bersangkutan, tetapi juga data penjamin atau penanggungnya (data relasi). Tentunya ini merupakan hal yang sangat menyedihkan, mengingat BPJS merupakan lembaga negara yang bertugas mengolah data hampir semua masyarakat Indonesia. 

BPJS sendiri diketahui memiliki anggaran yang cukup besar untuk mengelola bidang IT nya, termasuk server data. Seharusnya, lembaga-lembaga dengan data sensitif seperti harus memiliki kualitas server dan keamanan enkripsi data terbaik yang ada di Indonesia. Lalu bagaimanakah tanggung jawab dari pihak BPJS sendiri? Kita tunggu berita selanjutnya.

No comments for "Lebih Dari 200 Juta Data Bocor dari BPJS. Apa yang sebenarnya terjadi?"