Belajar Crypto : Perbedaan Coin dan Token


Untuk kamu yang baru akan terjun atau baru saja terjun di dunia cryptocurrency, ada baiknya untuk mengetahui beberapa dasar pengetahuan tentang bisnis ini. Crypto saat ini sedang digandrungi oleh kaum milenial sebagai investasi karena prosesnya yang mudah dan tidak seribet proses pendaftaran akun saham. Selain itu, transaksinya yg 24 jam juga memiliki kelebihan tersendiri (saham hanya di hari kerja).

Tetapi jika diperhatikan, banyak trader crypto yang terjun tanpa mengetahui apa sebenarnya crypto itu sendiri. Kali ini saya akan membahas perbedaan dua buah asset yang diperdagangkan di market crypto. Kedua aset ini disebut Coin dan Token.

Coin merupakan aset dasar dari crypto atau bisa kita katakan sebagai pengganti uang sebenarnya. Hal ini terjadi karena coin memiliki teknologi yang dibuat dengan source yang sangat besar, berdiri sendiri (native), tidak bisa diatur oleh pihak ketiga dan memang ditujukan pembuatannya sebagai uang digital. Beberapa contoh coin yang memiliki nilai investasi cukup tinggi adalah Bitcoin (BTC), Etherium (ETH) dan Litecoin (LTC).

Lalu bagaimana dengan token? Token merupakan sebuah aset yang dibuat oleh komunitas yang dibangun diatas platform blockchain lain (misalnya etherium), digunakan untuk komunitasnya sendiri, dan tidak bisa digunakan di tempat yang lain. Jadi token bukanlah pengganti uang, lebih merujuk kepada ekuitas.

Saya akan memberikan contoh sederhana tentang token. Misalnya saja anda adalah pemilik platform game A. Di dalam game A tersebut terdapat transaksi untuk membeli ataupun menjual item seperti senjata dan alat-alat lainnya. Anda sebagai pemilik perusahaan mengeluarkan 1.000 token dengan menyewa platform blockchain dari etherium. Nah 1.000 token ini kemudian dipublish keluar sebagai "mata uang" di dalam game tersebut yang bisa dibeli ataupun dijual oleh penggunannya. Jadi aset 1.000 token game A ini nilainya akan naik atau turun tergantung pada popularitas game A itu sendiri. Karena aset tokennya sendiri dibuat terbatas hanya 1.000 token saja.

Saat ini banyak pemilik aset mengkonversikan aset mereka ke dalam bentuk token. Misalnya saja publisher musik. Jadi dengan token yang mereka lepas ke pasar, kalian bisa membeli lagu dengan diskon yang lebih besar daripada menggunakan uang asli. 

Tentu saja aset token yang kalian beli misalnya dengan harga Rp. 100.000 bisa saja berubah menjadi Rp. 1.000.000 jika platform musik tersebut nantinya semakin besar dan terkenal. Salah satu contoh token adalah BTT. Token ini bisa kalian gunakan di platform situs Bittorrent.

Sudah cukup mengerti tentang perbedaan coin dan token bukan? 😁😁 Nah jika kalian masih bingung, kalian bisa membacanya lagi dari awal ya. Sangat penting untuk mengetahui pengetahuan dasar dari dunia crypto sebelum kalian benar-benar terjun ke dalamnya. Pengetahuan dasar tentunya memudahkan kalian menentukan aset apa yang harus kalian investasikan.

No comments for "Belajar Crypto : Perbedaan Coin dan Token"